RSS
Facebook
Twitter

Sabtu, 01 Maret 2014

Paradigma Hidup


Hidup tak akan selamanya memberikan pilihan yang indah bagi kita karena terkadang kita harus berfikir dua kali untuk menentukan sebuah pilihan, sebuah keburukan tentu bukan yang di inginkan ,diharapakan  dan di cita-citakan untuk menjadi seorang yang memang benar-benar ingin mencapai tujuan hidup yang baik dan tentunya kebaikanlah yang kita dambakan untuk mewujudkan hal itu sehingga kita tidak akan merasa terbebani dengan sebuah kesalahan yang kita lakukan sendiri walaupun terkadang kesalahan itu tampa di sengaja, tetapi itu tetap juga salah karena akhibat dari sebuah kesalahan itu tetap sama walaupun itu di sengaja atau tidak.

Kita tidak akan bisa membuat orang lain bangga atas diri kita apabila kita sendiri belum bisa merasa bangga pada diri kita sendiri karena segala sesuatu berasal dari diri sendiri sehingga secara tidak langsung hal ini akan berdapak bagaimana orang lain membuat pencitraan terhadapa diri kita. Merasa bangga pada diri sendiri bukan bearti kita sombong terlalu over confident tapi memang dengan alasan yang bebar-benar wajar yaitu dengan cara bagaimana kita memposisikan diri sebagai sosok yang beda dengan orang lain dan benar-benar mampu menghadapkan sebuah hal yang sulit mengarah ke pencerahan yang lebih baik.
Untuk menjadi beda dengan orang lain kita mesti merubah Paradigma kita dimana hal ini menyangkut jumlah total keyakinan, nilai, identitas, harapan, sikap, kebiasaan, keputusan, pendapat, dan pola-pola pemikiran kita — tentang diri kita sendiri, orang lain, dan bagaimana kehidupan bekerja. kita bereaksi, berbuat, mendekati dan pada kebenaranya mengahsilkan ruang hidup kita sendiri berdasarkan cara pikir individual kita. Cara pikir kita memberikan kita pencerahan bagi kita bagaimana pertanyaan hidup ini harus di jawab dan mengatur apakah kita berusaha menjawab dengan benar atau salah.Jika kita tidak memeriksa pola pikir kita dan bertanya apakah pola pikir itu mendukung atau membatasi kita, kita beroperasi “secara otomatis.” Kita tidak lagi memilih keyakinan dan pola pikir kita, tetapi keyakinan dan pola pikir itu menyebabkan kita menjalani hidup dengan cara tertentu. Kita menciptakan pola pikir kita sendiri, tetapi pada saat yang sama, pola pikir kita menciptakan diri kita. Jika kita tidak mempertanyakan keyakinan yang menyebutkan bahwa “kehidupan ini sulit,” misalnya, kita akan terus berjuang bahkan tanpa mengetahui penyebabnya.

Ketika kita sudah berani mencoba mengubah pola pikir kita bearti kita telah berhasil merubah situasi yang selama ini membelenggu kita selalu diam pada anggan-anggan berharap sebuah hidayah datang dan segalanya jadi lebih baik, dan ini adalah cara yang sangat menyedihkan ketika anda harus menjawab pertanyaan hidup karena keberhasilan itu tidak akan menghampiri orang-orang yang hanya diam menanti sebuah keajaiban datang ,akan tetapi keberhasilan itu akan berapa pada pihak orang-orang yang selalu bekerja keras dan pantang menyerah serta selalu optimis bahwa tak ada yang tak mungkin di hidup ini kecuali hanya kita berhenti berusaha.

إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

(Sesungguhnya Allah tidak mengubah suatu kaum sampai mereka mengubah diri mereka sendiri)


0 komentar:

  • Blogger news

  • Blogroll

  • About